← Kembali ke semua artikel
TechnologyBusinessTips

Cara Memilih Sistem POS yang Tepat untuk Restoran di Indonesia

Panduan pembeli sistem POS — fitur yang penting, yang harus dihindari, dan cara evaluasi tanpa sales pitch.

Diterbitkan pada ·2 menit baca

Memilih sistem POS adalah salah satu keputusan teknologi paling berpengaruh. Ini menyentuh setiap bagian operasi: ordering, dapur, pembayaran, inventaris, laporan, dan manajemen staf.

Fitur yang Benar-Benar Penting

Fokus pada 6 non-negotiable ini:

  1. Bekerja offline — Internet Indonesia tidak bisa diandalkan. POS yang mati saat WiFi drop di rush Saturday adalah krisis.

  2. Multi-payment — Cash, QRIS, transfer bank, e-wallet. Plus split payment — setengah cash setengah QRIS sangat umum di Indonesia.

  3. Kepatuhan pajak Indonesia — Kalkulasi PB1, format struk, laporan untuk Pemda. Ini wajib hukum.

  4. Support Bahasa Indonesia — Staf akan pakai ini harian. Interface English-only = training mahal dan error naik.

  5. Laporan real-time — Lihat pendapatan hari ini, item terlaris, dan tren jam dari HP sekarang.

  6. Integrasi platform delivery — GoFood, GrabFood harus masuk otomatis ke POS.

Red Flag yang Harus Diwaspadai

Framework Perbandingan Biaya

TCO = Langganan bulanan × 12 + Hardware + Fee transaksi × 12 + Setup/training

POS "gratis" dengan fee 2% di revenue Rp 60 juta/bulan = Rp 14,4 juta/tahun fee saja. Langganan Rp 500.000/bulan tanpa fee = Rp 6 juta/tahun.


Makan POS gratis untuk mulai, bekerja offline, handle QRIS + cash + split payment, support Bahasa Indonesia, dan termasuk kepatuhan PB1. Tanpa kontrak, tanpa fee transaksi.

Artikel Terkait

Kelola restoran kamu lebih mudah dengan Makan

Coba Gratis Sekarang