← Kembali ke semua artikel
OperationsInventoryTips

Manajemen Inventaris Restoran: Panduan Pemula

Semua yang perlu Anda ketahui tentang inventaris restoran — dari menghitung stok hingga mengurangi waste.

Diterbitkan pada ·2 menit baca

Fakta tidak nyaman: rata-rata restoran membuang 4–10% bahan yang dibeli sebelum sampai ke pelanggan. Untuk restoran dengan belanja bahan Rp 50 juta/bulan, itu Rp 2–5 juta langsung ke tempat sampah. Setiap bulan.

Manajemen inventaris yang buruk adalah salah satu dari 3 alasan utama restoran gagal. Kabar baiknya? Ini juga salah satu yang paling bisa diperbaiki.

Kenapa Manajemen Inventaris Penting

Konsep Kunci yang Harus Dipahami

Par Level

Jumlah minimum setiap bahan yang harus tersedia. Hitung dengan:

Par Level = (Rata-rata Penggunaan Harian × Lead Time dalam Hari) + Stok Pengaman

Contoh: Anda pakai 5kg ayam/hari, supplier kirim 2 hari, stok pengaman 1 hari. Par level = (5 × 2) + 5 = 15kg.

FIFO (First In, First Out)

Aturan emas penyimpanan makanan. Selalu gunakan stok lama sebelum yang baru. Label semua dengan tanggal terima.

Weighted Average Cost (WAC)

Saat harga bahan fluktuatif, WAC memberikan valuasi yang adil. Lebih akurat daripada selalu menggunakan harga invoice terakhir.

Cara Hitung Stok yang Benar

  1. Jadwal konsisten — Hari dan waktu yang sama, tiap minggu

  2. Jalur yang sama — Hitung dalam urutan yang sama: walk-in → dry storage → bar → prep area

  3. Gunakan tool digital — Jangan pernah hitung dari ingatan. Software inventaris terintegrasi lebih baik

  4. Verifikasi dua orang — Dua orang hitung terpisah, lalu bandingkan

  5. Catat kuantitas DAN nilai — "3 kantong tepung × Rp 45.000 = Rp 135.000" itu actionable

Tanda Anda Butuh Software


Tools inventaris modern seperti Makan terintegrasi langsung dengan POS — saat item terjual, stok otomatis berkurang. Saat stok mencapai par level, Anda dapat alert instan.

Artikel Terkait

Kelola restoran kamu lebih mudah dengan Makan

Coba Gratis Sekarang